Langsung ke konten utama

Breakingnews

Penerangan Jalan Umum yang di kelola DISHUB OKU dipertanyakan

Baturaja, okunews.my.id - Slogan “OKU Terang” yang digadang-gadangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU, Agus Salim, S.Sos., M.M., kini mulai mendapatkan sorotan tajam dari warga Baturaja. Pasalnya, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dari komitmen tersebut. Beberapa warga menyampaikan keluhannya pada Selasa malam Rabu, (09/12/2025) terkait kondisi jalan lintas Sumatera dalam Kota Baturaja yang semakin gelap dan dinilai membahayakan masyarakat, terutama pada malam hari. Doddy, warga Sukajadi, menjadi salah satu yang menyampaikan keresahannya atas kondisi penerangan jalan yang memprihatinkan tersebut. Menurut Doddy, ruas jalan dari RS Antonio hingga lampu merah Air Paoh dan Simpang 3 Polres OKU Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat tampak gelap gulita ketika malam. Kondisi itu sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. “Silakan dicek langsung di lapangan. Jalan itu gelap total, rawan tindak kriminal dan sangat membahayakan pengguna jalan,” keluh Doddy. Ia menilai bah...

Kurangnya perhatian dinas Pendidikan di kabupaten oku,SD Negri 78 Lengkiti Butuh Sentuhan Pemerintah oku.


OKUNEWS, Lengkiti OKU, Kondisi dunia pendidikan di daerah kembali menjadi sorotan. Kali ini, potret memilukan datang dari SD Negeri 78 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, yang berlokasi di Desa Segara Kembang, Kecamatan Lengkiti.

Pada Kamis siang, 19 Desember 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, mendapatkan informasi dari salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak ingin dipublikasikan.

Wali murid tersebut mengungkapkan rasa miris dan prihatin terhadap kondisi sekolah tempat anaknya menimba ilmu. Menurutnya, kondisi gedung sekolah sangat jauh dari kata layak untuk menunjang proses belajar mengajar.

“Sebagai orang tua, kami sangat sedih melihat kondisi sekolah di daerah kami, Kami berharap pemerintah benar-benar hadir melihat langsung keadaan ini,” ungkapnya. 

Ia juga mempertanyakan mengapa sekolah tersebut seolah luput dari perhatian, meskipun informasi yang beredar menyebutkan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan renovasi.

“Apakah karena sekolah ini jauh dari pusat kota, sehingga kurang dipikirkanoleh dinas pendidikan ?” ujarnya penuh tanda tanya.

untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, kami turun langsung ke lokasi sekolah, SD Negeri 78 OKU yang berada di desa segara kembang. 

Meski masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, kondisi SD Negeri 78 OKU justru tampak seperti gedung yang tidak berpenghuni.

Kondisi kamar mandi atau WC sekolah juga sangat memprihatinkan. Fasilitas tersebut rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan oleh siswa maupun guru.

Tak hanya itu, plafon di sejumlah ruang kelas terlihat rusak di beberapa sudut, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa saat proses belajar berlangsung.

Lantai sekolah pun tampak pecah dan retak hampir di setiap ruangan kelas, sehingga berpotensi membahayakan siswa, khususnya anak-anak usia sekolah dasar.


Ironisnya, pagar sekolah bukanlah pagar permanen yang bagian samping kanan dan kiri dan belakang. Pagar tersebut dibuat dari bambu secara swadaya oleh para orang tua murid.

Hal ini dibenarkan langsung oleh Erwin Sasra, Kepala Desa Segara Kembang, saat ditemu.

“Benar, pagar sekolah ini dibuat dari bambu oleh orang tua murid, termasuk saya sendiri. Tujuannya agar sapi, kambing, dan hewan ternak lainnya tidak masuk ke lingkungan sekolah,” jelasnya.


Sebagai kepala desa, Erwin Sasra mengaku sangat prihatin dan berharap sekolah tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Apalagi saat ini Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto, sedang gencar-gencarnya mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, akan sulit mewujudkan anak-anak yang cerdas dan sehat apabila kondisi lingkungan sekolahnya sendiri sangat memprihatinkan.

“Bagaimana anak-anak bisa tumbuh cerdas dan bersemangat belajar, kalau sekolahnya dalam kondisi seperti ini? Di mana keadilan pendidikan?” ucapnya dengan nada penuh harap.

Berdasarkan pantauan langsung terdapat enam ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan renovasi menyeluruh.

Selain itu, fasilitas penunjang pendidikan lainnya seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, dan perpustakaan juga terlihat tidak terawat dan jauh dari standar kelayakan.

Lapangan upacara pun dipenuhi rumput liar yang tinggi, sehingga jarang digunakan dan mengurangi semangat kegiatan sekolah.

Kondisi ini tentu sangat bertolak belakang dengan harapan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Atas kondisi tersebut, Kepala SD Negeri 78 OKU, Lilis Aryana, S.Pd.SD., belum dapat dimintai keterangan. Awak media berencana akan melakukan konfirmasi pada kesempatan berikutnya terkait kondisi sekolah yang dipimpinnya.


Besar harapan masyarakat Desa Segara Kembang agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan.

Perhatian dan tindakan nyata sangat dibutuhkan agar sekolah ini dapat kembali layak digunakan sebagai tempat menimba ilmu.

Masyarakat berharap, SD Negeri 78 OKU dapat direnovasi dan dibenahi secara menyeluruh, demi masa depan anak-anak yang merupakan aset bangsa.

Sebab, dari sekolah-sekolah di pelosok inilah, calon generasi penerus bangsa ditempa untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. ( hr ) 

Komentar